...AMARAH INI...
Tatkala kesabaran tiada lagi
bilakala katung air mata ini tiada tertahan lagi
ledakan jiwa berlimpahan
bara lahar muntah membakar
meranapkan usaha nan sia-sia...
.
Amarah ini,
tiada bisa ku kawal lagi
letusannya di luar kawalan diri
ledakannya meluahkan yang terbuku di hati...
.
Maafkan aku,
kesetiaanku tiada lagi
bukan ini yang ku pinta
tapi sikapmu itu mengikis mahmudahku
mencabar ketenanganku
aku tewas dek amukan itu...
.
Namun perlu engkau tahu,
salahmu mengatasi bencana ini
sedarlah kamu wahai duri dalam daging
sekerdil-kerdil aku..ku punya sekeping hati
serendah-rendah darjat ku..namun ku punya jati diri
tidak semudah itu kau perlekehkan,
kau perbodohkan, kau canaikan
kudratku ini ada harganya...
.
Relakan aku,
meninggalkan semua ini
kerna ku tiada lagi peduli
apa yang akan berlaku esok hari..di sini
kerna hatiku telah mati
untuk melahirkan belas ikhsan kepadamu lagi..
.
Biarkan aku pergi,
memulakan kembali hidup baru
biarlah apa yang berlaku di sini
berakhir juga di sini
jangan engkau ulangi lagi
sejarah pengkhianatan ini
kerna hidupmu pasti...
dibelenggu keresahan yang tiada henti....
.
.
.
17th july 2008
.jpg)

ho yeah ho yeah....jpg)